KS-019 Wireless Mic FM a.k.a.Transmitter 85MHz – 109Mhz

pas foto Dalam proyek ini saya tampilkan Transmitter yang beroperasi pada gelombang FM (85MHz – 109Mhz). Transmitter ini merupakan miniatur dari pemancar FM 3 tingkat. Pada tingkat pertama adalah Modulator yang diwakili condensor mic. Pada tingkat kedua adalah exiter yang diwakili rangkaian LC pada transitor pertama. Dan pada tingkat ketiga adalah Transitor Final yang berfungsi sebagai RF Amplifier sebelum diumpankan ke Antena.

Exiter menggunakan transistor RF yang kecil saja yaitu C838 atau C460. Sedangkan bagian RF Amplifier menggunakan transistor yang lebih besar sesuai kebutuhan, C838, C1173, atau C1169. Jika menggunakan C838 daya pancarnya cuma sekitar 0,5 watt saja (jangkauan pancaran maksimal sekitar 50 meter). Jika menggunakan Transistor yang besar seukuran C1169 dan didukung oleh Antene yang setelannya ‘match’, bisa menjangkau radius 10 Km.

KEGUNAAN

Kegunaan utama perangkat ini adalah sebagai wireless microphone. Jika menginginkan sambungan langsung ke perangkat audio untuk dipancarkan, condensor mic dapat diganti terminal input audio tsb. Perangkat ini ukurannya kecil saja, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembantu untuk melakukan rekaman dari jarak jauh. Dengan meletakkan perangkat ini pada obyek yang akan direkam, gelombang suara akan ditangkap pemancar ini dan dipancarkan sebagai gelambang RF pada frekuensi FM. Selanjutnya dengan menggunakan pesawat penerima radio FM, gelombang suara tersebut ditangkap dan dapat langsung dihubungkan ke recorder. Sebagai recieiver digunakan Radio RM atau lebih praktis jika memakai HP yang ada aplikasi radio FM.

CARA KERJA

Gelombang suara ditangkap oleh Condensor Mic untuk kemudian diubah menjadi gelombang listrik dan diumpankan ke bagian Exiter (TR C838) yang selanjutnya diperkuat oleh bagian RF Amplifier (TR C1169) untuk kemudian dipancarkan melalui Antena.

Daftar Komponen:
Mic Condensor,
Transistor C838, C460, C1173, atau C1169,
Capasitor keramic (ukuran lihat diagram skematik),
Kumparan 1mmm 11 L (2 gulung),
Resistor (ukuran lihat diagram skematik),
Kabel output sebagai Antena,
Baterei atau power supply 3v – 12v

Skematik:

00 wireless FM

Kit Perangkat:

ManTemaN1857

KS-018: Coverter 12 VDC menjadi 220 VAC

pas foto Inverter yang menghasilkan tegangan 220 volt AC dari sumber tegangan baterei/aki sebenarnya sangat mudah dirakit. Banyak pilihan varian skematik yang telah teruji. Dalam kesempatan ini coba saya bagikan skematik yang sangat sederhana dari inverter/converter 12 VDC to 220 VAC. Dengan memanfaatkan kombinasi 2 buah Transistor “jengkolan” 2N3055 dan Trafo PSU 500 mA, kita dapat menghasilkan inverter tersebut. Secara teori daya maksimal maksimal yang dihasilkan sekitar 100 watt, sangat cocok dipasang di mobil (mengambil input tegangan dari tap “penyala rokok” di dashboard). Skematiknya sbb:

00 inverter 3055

Sekematik di atas menggunakan Trafo PSU 500 mA, L1 = 220v, L2 = 12v CT. Posisi Trafo PSU dibalik, kumparan CT 12v diposisikan sebagai bagian PRIMER (input), sedangkan kumparan 0-220v diposisikan sebagai bagian SEKUNDER (output). Hasil rakitan jadinya sbb:

ManTemaN1889

MEKANISME KERJA:

Tegangan Input 12 volt DC masuk ke 2 buah Transistor 2N3055 yang dirangkai untuk saling memberikan sinyal feedback melalui kaki Kolektor-nya, yang selanjuknya diumpankan ke kaki Basis pasangannya, sehingga secara otomatis berfungsi sebagai OSCILLATOR yang menghasilkan tegangan bolak-balik (AC), yang kemudian diumpankan ke kumparan PRIMER Trafo PSU 500 mA. Tegangan oscilasi bolak-balik pada kumparan PRIMER Trafo (12 volt) akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik pada kumparan SEKUNDER Trafo (220 volt).

DAFTAR KOMPONEN:

Transistor = 2N3055 (2x)
Resistor = 270 ohm 2-5 watt (2x)
Trafo PSU = 500 mA, CT 12v.
Heatsink = lempengan Alumunium untuk pendingin Tr 2N3055

KS-017: Phone kabel sederhana dengan IC LM 386

pas fotoKali ini project sederhana tentang Phone Kabel. Bagi bapak/ibu yang perlu alat komunikasi kabel semacam interkom untuk penghubung antar ruangan, ini salah satu solusi praktis, murah, dan mudah dirakit. Kita dapat merakit Phone Kabel ini hanya dengan 4 (empat) komponen aktif yaitu: 1 bh IC, 2 bh Elco, dan 1 bh Speaker, yang dihubungkan dengan Switch 2 anak. Silakan simak skematik di bawah ini:

00 simple phone kabel

dan hasil rakitan pada “PCB Lubang” (tanpa Switch) adalah sbb:

simple phone dgn IN LM-386

Daftar komponen dan fungsi:

IC LM-386 = berfungsi sebagai penguat awal dan akhir (power audio amplifier). IC ini cukup praktis, dengan hanya menambahkan 2 komponen saja yaitu Elco di kopel input dan output, sudah mampu berfungsi sempurna sebagai audio amplifier. Selain itu mampu disupply tegangan secara fleksibel. Dengan tegangan 4 volt saja sudah mampu beroperasi normal dan masih mampu menerima tegangan hingga 18 volt !

SPEAKER = berfungsi ganda yaitu sebagai “Loudspeaker” pada saat posisi “TERIMA” atau “DENGAR” yang mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Namun pada saat “KIRIM” atau “BICARA”, speaker difungsikan sebagai MICROPHONE yang mengubah getaran suara menjadi getaran listrik.

ELCO = berfungsi sebagai kopel yang memblokade tegangan AC. Elco 1uF untuk kopel sinyal input, dan Elco 220uF untuk kopel sinyal output.

Switch = adalah “saklar manual” yang dapat diganti dengan Relay. Fungsinya sebagai “tuas pemindah” posisi “terima/dengar” menjadi posisi “kirim/bicara” dan sebaliknya. Dalam konstruksi ini menggunakan switch 2 anak.

CARA KERJA:

Pada saat tombol SWICTH dalam kondisi “OFF” alias tidak dipencet, maka PHONE KABEL dalam posisi “TERIMA” atau “DENGAR” artinya sedang mendengarkan lawan bicara. Dalam Posisi ini maka titik (A) terhubung ke (B) yang berarti bahwa output IC LM-386 terhubung ke Speaker, dan titik (C) terhubung ke (D) yang berarti bahwa input IC LM-386 tersambung ke Kabel Penghubung dari Phone yang lain. Pada saat ini SPEAKER berfungsi sebagai “Loudspeaker”.

Pada saat tombol SWICTH dalam kondisi “ON” alias dipencet, maka PHONE KABEL dalam posisi “KIRIM” atau “BICARA” artinya posisinya sedang berbicara kepada lawan bicara di phone lain. Dalam Posisi ini maka titik (A) terhubung ke (C) yang berarti bahwa output IC LM-386 terhubung ke Kabel Penghubung phone lain, dan titik (B) terhubung ke (D) yang berarti bahwa input IC LM-386 tersambung ke Speaker. Pada saat ini SPEAKER berfungsi sebagai “Microphone”.

Mudah bukan, selamat merakit !

KS-016 Modifikasi SPEAKER menjadi Dinamic Microphone

pas fotoBuat kawan2 yg hobi tarik suara, ato untuk keperluan “halo-halo” tentu perlu mikrofon dengan kualitas bagus. Mikrofon yg bagus tentu sangat mahal harganya. Sebenarnya kita dapat membuat mikrofon sendiri dari speaker bekas, biaya murah dan hasilnya lumayan. Dengan 1 (satu) transistor untuk memperkuat getaran magnetik speaker sebelum diumpankan ke pre amp mic, fungsi dari sebuah mikrofon mampu disubstitusi. Skematiknya dapat dilihat sbb:

speaker mic

Dalam skematik tersebut, sengaja diambilkan kaki emitor sebagai input yag disambung seri dengan tap speaker. Input pada emitor ini memang kurang lazim, namun mempunyai beberapa keuntungan yaitu akan menghasilkan penguatan tegangan se-fase sehingga mengurangi efek noise. Sedangkan input yg lazim yaitu pada kaki basis akan didapatkan tegangan dengan fase berlawanan.

Dan hasil rakitan pada papan “PCB Lubang” adalah sbb:

speaker mic

Tingkat kepekaan pada rangkaian mic dapat diatur pada nilai impedansi speaker yg dipilih dan resistor yg meng-kopel kolektor Tr. Secara umum semua jenis speaker dapat digunakan, pilihan speaker yg lazim dgn impedansi 4-16 ohm. Sedangkan resistor 22K pada kolektor dapat dimodif berkisar antara 10K s.d. 47K dengan penambahan Potensiometer atau Trimpot 5K-50K, makin besar nilai R tsb maka akan mengurangi tingkat kepekaannya.

Kegunaan besar dari konstruksi ini adalah dapat men-substitusi microphone pada peralatan rumah. Misalnya microphone pada gagang telepon rumah mengalami kerusakan, maka pesawat telepon nggak perlu dibuang, cukup menambahkan saklar switch pada speaker dengan konstruksi di atas, disambungkan dengan terminal input pre amp pesawat telepon, dan pastinya berfungsi normal kembali.

DAFTAR KOMPONEN:

Loudspeaker = 4-16 ohm
Transistor = C-9012, B175, atau tipe lain yg sejenis
Resistor = 100K, 22K
Elco = 10uF, 3,3uF

Selamat mencoba !

KS-015 Power Amplifier klas AB 20 watt dengan 3 Transistor

pas foto Pasangan Tr jengkolan kecil 2N-3055/MJ-2955 yang sangat populer dan gampang dicari dipasaran ini dapat digunakan sebagai Final Amp berdaya kecil dengan perlu 1 (satu) transistor buffer saja. Jadi dengan total cukup 3 (tiga) transistor saja kita sudah bisa melakukan desain power amp klas AB. Sebuah desain yg hasilnya cukup memuaskan sbb:

3 tr power amp with 3055-mj2955

Dan di atas “PCB bolong-bolong” ukuran kecil sekitar 10×10 cm kita dapat merakit power amp tersebut. Ini rakitan yg pernah saya buat:

ManTemaN1843

Sepasang TR Final 2N3055 / MJ2955 secara standar didesain menggunakan pendingan heatsink. Namun dalam konstruksi kali ini sengaja saya tidak pakai pendingin karena dengan tegangan cuma 12 volt, Tr cuma akan “hangat” saja, tidak sampai panas, asalkan beban speaker yg terpasang di output disesuaikan.
Selain itu, guna mengurangi efek panas pada Tr Final tersebut, Tr pada bagian buffer dipilih yang jenis kecil saja sekelas C-9012 dengan tujuan mengurangi daya input dari bagian driver ke Final 2N3055/MJ2955. Namun dengan pilihan ini, resikonya daya output yg dihasilkan menjadi relatif kecil, sekitar 20 watt. Jika menggunakan tegangan optimal (24-30 volt) maka WAJIB menggunakan pendingan pada Tr final tsb.

DAFTAR KOMPONEN:

Transistor = C9014 (atau yg se-tipe), 2N3055, MJ2955
Resistor = 680R, 1K2, 470K, 100R
Elco = 4,7uF, 1000uF
Speaker

Selamat mencoba !

KS-014 Substitusi Trafo IT dengan Transistor Pembalik Fase

Satu kesulitan dalam merancang konstruksi pembalik fase audio dengan menggunakan Trafo Input (IT) adalah mendapatkan komponen utama berupa Trafo IT. Sekarang ini Trafo IT sudah sangat jarang dijual di pasaran sehingga sangat susah mendapatkannya. Kalaupun harus merakit sendiri juga agak rumit, tak semudah merakit trafo PSU.

Sebagai solusinya, skema model Trafo sebenarnya dapat diganti dengan TRANSISTOR. Secara teoritis, dengan memanfaatkan fase yang berlawanan di kaki Emitter dengan kaki Kolektor, pada input satu fase di kaki Basis, dapat dihasilkan output dua fase yang berlawanan pada kaki Emitter dan Kolektor. Dengan filosofi ini saya mengutak-atik model pembalik fase yang sangat sederhana yaitu dengan 1 (satu) transistor saja, dan hasilnya lumayan untuk menggabungkan 2 (dua) power amplifier pada output Emiiter dan Kolektor. Skematiknya sbb:

pembalik fasa 1 transistor

Selain untuk umpan modulasi pada bagian final amplifier model Trafo OT, rangkain pembalik fase ini juga berguna untuk menggandakan daya output amplifier. Caranya dengan menggabungkan 2 (dua) amplifier pada 2 (dua) output rangkaian Pembalik Fase. Bagian output kedua amplifier tersebut hanya diambil satu kabel saja dan dihubungkan dengan speaker, hasilnya akan didapat daya 2 kali lipat. Misal 2 amplifier dengan daya masing-masing 100 watt dapat digabung dengan rangkaian pembalik fase tsb dan akan didapat daya output sebesar 200 watt, dengan skematik sbb:

pengganda ampli

Untuk modifikasi skema pembalik fase di atas dengan tambahan 2 transistor berikut akan didapat hasil yang lebih stabil pada sinyal output kedua kanal:

pembalik fasa 3 transistor

KS-013 Mixer 1 Transistor

pas foto Jika kita cuma punya satu power amplifier dengan satu saja equalizer sedangkan kita ingin menguhubungkan dengan banyak perangkat sekaligus: TV, VCD/DVD Player, microphone, dll, maka akan sedekit kesulitan buat menghubungkan secara paralel dalam waktu bersamaan. Dan hubungan secara paralel semua perangkat tersebut jelas tidak akan memberikan hasil sempurna karena saling tumpang tindihnya sinyal audio masing-masing perangkat. Maka perlu satu perangkat penghubung sekaligus pencampur input audio yang sering dikenal dgn nama MIXER.

Harga Mixer yang kualitas menengah aja sekarang cukup mahal di pasaran. Berikut saya sajikan skema Mixer sederhana dengan hanya memakai 1 (satu) transistor sebagai komponen aktif utamanya. Meskipun sangat sederhana, namun telah memenuhi beberapa persyaratan yang diperlukan dari sebuat alat pencampur audio, antara lain:
(1) mampu melakukan pencampuran sinyal input scr cukup baik dengan kombinasi R10K dan Capasitor kopel:
(2) sifat sinyal masukan yang sama fase (satu fase) dengan sinyal outputnya. Dengan modifikasi input pada kaki Emitter transistor dan output pada kaki Kolektor memungkinkan sinusoida se-fase sinyal audio sehingga tidak meningkatkan cacat bawaan sinyal input.
(3) selain bersifat “mencampur”, hanya memperkuat sinyal audio (yg bertegangan AC), sedangkan arus dan tegangan DC tidak turut diperkuat.

selengkapknya silakan disimak skematiknya:
mixer 1 transistor

Untuk mendapatkan hasil maksimal perlu diperhatikan:
(1) Resistor 10K pada input sebaiknya dipasang dgn watt besat (minimal 2 watt) untuk bisa menahan panas akibat loading berlebih pada sinyal input;
(2) Potensiometer 100K (bisa pula diganti 50K sesuai keperluan) sebaiknya dipilih yang model Geser;
(3) Besarnya Tegangan PSU (std 12 volt) sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik transistor yang akan dipakai. Untuk jenis ini dipasang PSU 12 volt.

KS-012: Konstruksi sederhana OTL-Amp dengan range tegangan yang lebar

Rangkaian Amplifier OTL ini didesain sangat sederhana dengan kombinasi 2 transistor final yang merupakan modifikasi dari USB Amplifier yang telah saya uraikan dalam tulisan sebelumnya. Desainnya cukup sederhana karena hanya perlu Tegangan DC Tunggal, sehingga konstruksi PSU-nya pun tidak harus model CT.

Selain cukup dengan Tegangan Tunggal, keuntungan lain modifikasi ini adalah dimungkinkannya range yang cukup lebar dan fleksibel untuk kebutuhan tegangan dari PSU, yaitu 6 volt s.d. 24 volt. Artinya dengan tegangan 6 volt saja amplifier sudah dapat bekerja dengan baik dan masih cukup aman jika catu daya masukannya dinaikkan sampai dengan 24 volt. Kondisi ini akan sangat mempermudah dalam merancang model PSU-nya, karena tidak terlalu membutuhkan tegangan yang stabil. Juga, apabila terjadi kenaikan/penurunan tegangan output PSU akibat kejutan tegangan listrik PLN, output amplifier akan tetap stabil selama tegangan awal PSU didesain pada pertengahan range tersebut (sekitar 12 volt). Ini dimungkinkan dengan pilihan Tr Final yang mempunyai kemampuan adaptasi tegangan cukup lebar, dalam proyek ini saya memilih transistor kecil pabrikan Amerika yang cukup terkenal yaitu TIP 31 (NPN) dan TIP 32 (PNP). Kombinasi Tr Final ini bisa diganti dengan tipe lain yang karakteristiknya serupa (silakan dibuka buku “kamus transistor”). Skematiknya sbb:

Dalam skematik tersebut, bagian Pre Amp dan Driver menggunakan Tr PNP C-9012, bisa disubstitusi dengan tipe lain yang sejenis, misal 2SB-175. Apabila dirancang sebagai speaker aktif dengan input audio dari Laptop atau PC, bagian Pre Amp bisa dihilangkan (jadi cukup dirakit bagian Driver dan Final-nya saja), karena input audio dari perangkat tersebut sudah cukup linier.

Berikut hasil rakitan saya dari model konstruksi tersebut (hanya bagian Driver dan Finalnya):

Untuk menambah kestabilan tegangan sumber, silakan ditambahkan Elco (+/- 1000mF) pada kutub sumber tegangan seperti foto di atas (di gambar skematik tidak disertakan).

Selamat mencoba, dan semoga sukses selalu !

KS-011: USB Mini Amplifier dari Pesawat Telpon bekas

Ini tips pengalaman saya yang “murah” bahkan “super ngirit”, yaitu merakit USB Mini Amplifier untuk Speaker Aktif yang komponennya diambil dari bekas pesawat telepon, namun hasilnya sangat memuaskan!!!

Jika pesawat telepon rumah anda RUSAK, eit.. tunggu dulu… jangan dibuang dulu ya.. Karena masih sangat bermanfaat, komponennya masih bisa dimanfaatkan untuk merakit USB-Mini Amplifier untuk speaker aktif. Dengan rancangan amplifier model push-pull pada speaker aktif yang sangat sederhana, cukup dengan 3 transistor sebagai komponen utamanya, yang semuanya tersedia dari bekas pesawat telpon, kita dapatkan speaker aktif dengan daya +/- 5 watt cukup dengan suply tegangan kecil saja sekitar 6 volt DC (atau setara tegangan pada USB komputer atau laptop), maka sangat cocok dipasang pada PC atau Laptop, terutama pada Netbook yang speakernya sangat kecil.

Ini contoh daleman pesawat telepon bekas di rumahku yg dibongkar:

Nah coba perhatikan, dari telepon bekas tersebut kita akan mendapatkan banyak komponen: 6 transistor, 7 elco, 4 dioda, beberapa resistor, beberapa capasitor, yg cukup untuk membuat 2 (dua) rangkaian mini Amplifier push-pull klas AB dengan skematik yg sederhana.

Berikut skematik USB-mini amplifier model push-pull yang akan kita realisasikan projeknya dari komponen bekas pesawat telepon:

Singkatnya, inilah cara merakitnya:

(1) Bongkarlah pesawat telepon rusak tsb, congkel dan ambil semua komponennya (transistor, resistor, diode, elco, dan speaker) dengan bantuan solder dan pinset.

(2) Lakukan TEST pada semua komponen dengan Multitester, komponen yg sudah rusak dibuang, komponen yang masih bagus disimpan untuk dipakai merakit speaker aktif. Komponen semikonduktor berupa Transistor dan Diode biasanya masih bagus, karena jenis komponen ini termasuk yang “tahan banting”, kerusakan biasanya pada resistor.

(3) Siapkan komponen yg masih bagus untuk merakit speaker aktif berupa: Transistor 3 bh (2 tipe NPN, 1 tipe PNP), 1 speaker, 2 elco dan 6 resistor dengan ukuran seperti pada skema di atas.

(4) Ukuran Elco dan Resistor tidak harus sama persis dengan ukuran yg tertera pada skema di atas, bisa diganti dengan ukuran yang mendekati (asal selisihnya tidak terlalu jauh) disesuaikan dengan yang tersedia dari hasil bongkaran pesawat telpon tadi.

(5) Siapkan PCB “bolong-bolong” (atau PCB Kosong) untuk tempat dudukan komponen, PCB bisa dibeli dari toko elektro. Jika mau “ngirit” lagi, PCB bisa dibuat dari TRIPLEK atau papan kayu tipis.

(6) Siapkan jalur-jalur dari kawat kabel tembaga dengan alur seperti pada skema di atas sebagai tempat dudukan kaki-kaki komponen, dengan cara disolder pada PCB tadi. Jika menggunakan PCB dari Triplek atau kayu, tersebih dahulu dipasang paku-paku kecil pada triplek/kayu tersebut, terus jalur kabel disolderkan pada paku kecil tsb.

(7) Mulailah memasang komponen dengan cara disolderkan kaki-kakinya pada jalur kawat tembaga yg telah kita buat tersebut.

(8) Hati hati dalam memasang komponen, semikonduktor (dioda dan transistor) jangan sampai terbalik polaritasnya.

(9) Pastikan pemasangan Transistor tidak salah tipenya. Untuk tipe NPN jangan dipasang yang PNP, atau sebaliknya. Harus tepat sesuai dengan tipe yg seharusnya di pasang (lihat kembali skema di atas). Kaki-kaki Basis, Kolektor, Emitor harus dipasang secara tepat, jangan sampai terbalik.

(10) Diode harus dipasang tepat polaritasnya, perhatikan pada skema di atas. Polaritas Anoda dan Katodanya jangan sampai terbalik, karena jika terbalik tidak akan menghasilkan “bunyi” akibat tidak adanya suply balance Tr NPN-PNP.

(11) Elco sebaiknya dipasang tepat polaritasnya, jika pun terbalik juga tidak apa-apa, hanya akan mengurangi kualitas/linieritas pada suaranya.

(12) Resistor dan Speaker tidak ada polaritasnya, bisa dipasang bolak-balik.

(13). SELESAI. Siap dicolokkan pada komputer/laptop/netbook.

O ya, karena komponen pada pesawat Telpon mungkin berbeda-beda tergantung jenis dan merk telponnya, kemungkinan beberapa komponen tidak tersedia. Solusinya, di bawah ini saya sajikan skematik mini amplifier yang lebih sederhana lagi, dari modifikasi skema di atas. Jumlah Resistor (R) dikurangi. R 10K input bisa dihilangkan karena fungsinya hanya pembatas beban input. R output 1 ohm 2 buah pada output sebelum Elco kopel juga bisa dinetralkan dengan koneksi kabel langsung. Untuk R 100K dialikan sambungannya ke balance Tr Final untuk mendapatkan suply tegangan Basis Tr Pertama yg lebih besar. Skema modifikasi sederhana sbb:

Jika Resistor atau Elco dengan nilai tersebut pada gambar tidak tersedia, dapat disubstitusi dengan nilai lain yang mendekati.

Selamat mencoba !!!

KS-010: USB 1-Transistor Speaker Aktif untuk Komputer

Untuk komputer (PC atau Laptop) generasi kuno biasanya tidak dilengkapi internal speaker atau speakernya sudah tidak berfungsi akibat kerusakan hardwarenya.

Dalam tulisan saya kali ini mencoba memberikan solusi sederhana yaitu dengan menciptakan speaker aktif dengan skematik sangat sederhana namun mempunyai beberapa keunggulan, yaitu;

(1). Mudah merakitnya, Cukup dengan komponen sederhana, yaitu 1 bh transistor NPN tipe C9014 (atau tipe lain yang sejenis), 1 trafo OT (dapat dibikin sendiri, ato memanfaatkan bekas trafo radio atau bekas bel sepeda china), 3 bh resistor, dan 2 bh capasitor.

(2). Tidak memerlukan arus listrik eksternal sebagai sumber tegangan, karena kebutuhan arus sudah mampu di-suply oleh komputer (atau Laptop) melalui kabel USB.

Skematiknya sbb:

Untuk Trafo OT dapat dibuat sendiri. Cara merakit Trafo OT cukup sederhana, silakan dilihat kembali dalam tulisan saya sebelumnya di KS-003: Merakit Trafo IT dan Trafo OT untuk Power Amplifier

Previous Older Entries

Kelompok Judul:

%d blogger menyukai ini: