KS-001: POWER AMPLIFIER 100watt Push-Pull IT-OT Transformer

Gambar di sebelah kiri ini adalah POWER AMPLIFIER yang yang aku rakit saat aku masih duduk di kelas 2 SMP (kira2 tahun 1986) atau sudah 25 tahun yang lalu. Alhamdulillah sampai sekarang masih berfungsi dengan baik.

Teman-teman jamaah Masjid Al-Ikhwan pasti tidak asing lagi dengan Ampli “jelek” tersebut,  karena kira-kira selama satu minggu Ampli tersebut sempat “nongkrong” di Masjid Al-Ikhwan dan untuk sementara waktu “mengudara” menggantikan Ampli aslinya yg raib digondol maling.

Sesuatu yang menarik dari Ampli “RAKITAN” tersebut adalah AMPLI tersebut di desain dengan teknologi TRAFO IT-OT, sebuah teknologi “jadoel” yang dulu populer di era teknik tabung (sebelum th. ’70-an). Saat itu pesawat pemancar komunikasi demikian tenarnya (karena memang saat itu blum ada Hand Phone), mulai dari CB 12M, 2M, ato SW 80m, yg semuanya memerlukan Trafo Modulator, sehingga pilihan Amplifier model Trafo OT menjadi mutlak.  Bahkan di kurikulum sekolah (SMP), model tersebut dikenalkan sebagai penguat akhir pesawat radio.

Namun saat ini konstruksi Ampli yang menggunakan Trafo IT-OT tersebut praktis sudah ditinggalkan, beralih ke model OTL atau OCL, karena selain komponen utama berupa Trafo IT/OT sudah tidak dijual lagi di pasaran, merakitnya pun jauh lebih sulit dibandingkan model OTL atau OCL.

Ampli Trafo rakitanku ini menggunakan Trafo IT/OT 420/426 dengan 4 buah Transistor NPN 2N3055 pada Penguat Akhirnya, catu daya tunggal 6 Ampere 12 volt, daya keluaran sekitar 60 – 100 watt. Bagian buffer awalnya dulu pakai Transistor C1061 dan D313. Pada saat aku SMA (kira2 tahun 1990-an) buffer-nya aku ganti dengan rangkaian IC power dengan IC LM-386, karena saat itu transistornya sudah “jebol” setelah overload buat “ngebreak” di pesawat 80 m.

Skema pada bagian Final dengan kombinasi Tarafo IT – OT adalah sbb:

Sedangkan Bagian Buffer menggunakan IC LM 386 dengan skema sbb:

Pre Amp menggunakan 2 Transistor NPN c-828 dengan skema sbb:

Berdasarkan pengalamanku, Ampli model TRAFO ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan model OCL/OTL, antara lain:

1. Ampli Trafo menghasilkan suara yang lebih NYARING dan MENGGELEGAR, cocok untuk Speaker “Corong” yang didesain pada kondisi di lapangan / di luar ruangan. Ini akibat adanya Traffo IT yang selain berfungsi sebagai pembalik fasa juga sebagai penyaring modulasi, hanya frekuensi tengah saja yang lolos, sehingga suara lebih lantang.

2. Keamanan Speaker sangat terjamin dengan Ampli Model Trafo. Biasanya pada model OCL/OTL, seringkali dijumpai akibat buruk yaitu Speaker putus atau terbakar karena adanya lonjakan tegangan AC dari Output Transistor Final sebagai akibat cacat bawaan komponen atau desain (terutama pada klas B). Namun kondisi tersebut bisa dibilang “mustahil” terjadi pada Ampli dengan Output Trafo, karena lonjakan tegangan listrik AC sudah diblok di Trafo, maksimal hanya menjangkau bagian kumparan Primer, sedangkan bagian Sekunder (yang terhubung langsung dengan speaker) hanya dilewati arus/tegangan induksi yang sangat kecil, sehingga praktis aman bagi Speaker.

3. Ampli Trafo membutuhan catu daya lebih yang kecil karena Transistor Final “langsung ,” di-by pass ke Catu Daya yang ditransmisikan kumparan primer trafo OT, sehingga sangat hemat energi listrik. Sebagai perbandingan, untuk Ampli OTL/OCL yang memakai Transistor Final sekelas 2N3055 dengan daya maks 100 watt (seperti pada skema di di atas) diperlukan tegangan sekitar 50 volt (atau CT -25v, +25v), namun pada Ampli Trafo cukup dengan 12 V, atau cukup pakai Baterei Aki Mobil !!!

4. Dengan buffer Trafo IT lebih “tahan banting” terhadap tegangan masukan. Beda sekali dengan buffer transistor atau elco yang rentan terhadap  masukan tegangan lebih tinggi. Jika tegangan input melebihi ambang batas, pada Ampli Trafo  dijamin aman, sedangkan pada Ampli OCL dan OTL ada 2 kemungkinan; transistor pre amp-nya yang putus atau elco kopel inputnya yang bocor.

5. Output Speaker tidak perlu di-Grounding, cukup disambung dengan bagian Sekunder Trafo OT. Ini memungkinkan terhindarnya Speaker dari arus kejut berlebihan yang mungkin bocor akibat grounding  kurang sempurna.

—-

@copyright tak dikawal.

Silakan menjiplaknya dan menyebarluaskannya tanpa seizin saya.

Ahmad Sholeh

—–

About these ads

53 Komentar (+add yours?)

  1. AHMAD SHOLEH
    Jan 25, 2012 @ 10:55:09

    Salam berkarya !!! smoga sukses ya kawan2 smua …

    Balas

  2. Zwingly
    Feb 08, 2012 @ 13:15:05

    Gan Mau tanya nih, apa transistor c 828 dan k 828 sama? Tolong ya gan

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Feb 08, 2012 @ 14:55:04

      wah maaf gan, saya malah belum tahu K-828, tapi kalo diliat dari standar pengkodean transistor, keliatannya berbeda jauh dengan kode C-828, karena huruf pertama menunjukkan TIPE. C=tipe NPN high frequency, K=N-Channel-Fet.

      Kalo dari STANDAR PENGKODEAN (std Universal, Jepang, Eropa/Amerika) kode K 828 menurut saya kok TIDAK LAZIM. Memang ada transistor jenis FET yang diawali K, tapi lazimnya diikuti angka 7 (misal: K-792), saya juga tidak tahu makna 3 digit angka itu.

      Lazimnya semikonduktor (diode dan transistor) memakai 3 standar pengkodean:
      – std universal: diawali 1N atau 2N (yg menunjukkan jumlah koneksi semikonduktor), 1N = 1-koneksi, artinya adalah DIODA misal 1N4001, 2N = 2-koneksi, artinya adalah Transistor, misal 2N3055.
      – std Jepang: diawali 2 huruf, huruf pertama S=Semikonduktor: 2SA atau 2SB (untuk tipe PNP), 2SC atau 2SD (untuk tipe NPN), dan SJ atau SK (untuk jenis MosFet)
      – std Eropa/Amerika: diawali 1 huruf A atau B (untuk tipe PNP), C atau D (untuk tipe NPN), dan J atau K (untuk jenis MosFet).

      Transistor dgn kode C-828 (kode std Amerika) atau sama dgn 2SC-828 (kode std jepang) artinya Transistor NPN berdaya rendah. Sedangkan tipe K-828 (kode std Amerika) seperti yg agan tanyakan, kemungkinan itu adalah jenis mosfet, yang tentunya sangat berbeda dengan tipe C828 atau 2SC828.

      Balas

  3. Zwingly
    Feb 09, 2012 @ 07:25:59

    Iya gan soalnya saya tanya di pasaran, ngga ada tr yg tipe k828. Ini kode lengkap di body tr nya
    K-828 A733 P
    Sebenarnya saya mau ganti seluruh rangkaian amplifier saya yang rusak dari bell 150watt tapi, tr K 828 dan C2001 tidak ada dipasaran. Gimana ya gan? Thanks Ya sebelumnya

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Feb 09, 2012 @ 11:16:56

      Makasih pak, sekarang sudah jelas begitu bapak tulis secara lengkap kodenya.

      Yang disebut KODE transistor adalah 3 digit yg tengah itu pak yaitu A733.
      Kalo 3 digit sebelumnya yaitu K828 itu bukan kode transistornya tapi kode pabrikannya (saya tidak tahu K-828 kode pabrik negara mana, kalo dulu kode pabrikan memang ditulis huruf+angka, kalo sekarang ditulis lengkap misalnya NEC, TOSHIBA, SANKEN).

      Jadi kode transistor A733 (atau kalo pabrikan Jepang nulisnya 2SA733) adalah Transistor jenis PNP berdaya rendah. Pinout dan datasheet lengkapnya transistor A733 bisa dilihat di situs ini: http://www.alldatasheet.com/datasheet-pdf/pdf/82083/ETC/A733.html

      A733 dulu sangat banyak dijual, sekarang mungkin agak susah karena pabrikan lebih condong ke produk NPN dibandingkan PNP. Jika A733 susah didapat, bisa diganti dgn tipe B atau SB. Pemilihan tipe tergantung di mana posisinya akan ditaruh. Jika ditaruh di bagian Buffer bisa diganti dgn tipe sejenis, semisal 2SB175 atau 2SB178. Kalo buat Final (untuk daya di atas 100watt) bisa dipilih yang tipe besar dari pabrikan SANKEN, yg terkenal yaitu 2SA1115, 2SA1116, 2SA1117, atau 2SA1494.

      Kalo transistor C2001 (atau 2SC2001) adalah tipe transistor berdaya rendah yang bertipe NPN. Jenis ini lebih mudah dicari di pasaran karena tipe NPN lebih “tenar”. Bisa diganti dengan tipe C atau D, tergantung di mana posisinya, mungkin bapak bisa lampirkan schema atao foto amplinya biar saya tahu posisinya dimana. Jika posisinya di Buffer bisa diganti dengan 2SC1061 atau D313. Jika di Final dapat diganti 2SC1113, 2SC1114, atau 2SC1504.

      demikian pak, smoga bermanfaat

      Balas

  4. Zwingly
    Feb 09, 2012 @ 14:53:33

    Trimakasih ya gan, Penjelasannya sangat bermanfaat buat saya. Sbenarnya saya masih awam soal elektronik tapi coba2 ganti sendiri komponen2nya yaa sekedar tambah2 pengalaman he3x. . . Oh iya Rangkaiannya OCL 150 Watt Stereo dari bell dengan tr final 2n3055 dan mj2955.
    Ini daftar nya(R):
    1. Tr A733 3x
    2. Tr C2001 (lengkapnya C2001 YCE40)
    3. C 47uf 4x
    4. C 100n
    5. C 100p
    6. R 100k, 560(2x), 2k2, 15k, 33k(2x), 1k, 4k7, 100(3x), 330(2x), 0,22 5watt(2x)
    7. Dioda 5x (ngga tau dioda tipe apa he3x)
    8. Tr BD139/140 (mungkin itu drivernya he3x maaf baru blajar)
    9. Tr final 2n3055/pasangannya
    Maaf ya gan kalau ada yg tidak dimengerti soalnya saya masih awam nulisnya. Sekali lagi trimakasih ya gan atas perhatiannya.

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Feb 10, 2012 @ 11:42:23

      ok. pak, rakitan dgn final NPN (2N3055) dan PNP (MJ2955) memang sangat terkenal. Varaiannya ada yg Emiter Grounded (output pada kaki Collector) atau Collector Grounded. Untuk skema OCL dgn varian emiter grounded sbb: http://matsholeh.wordpress.com/2012/02/10/ks-010-speaker-aktif-dengan-ocl-final-satu-jenis-npnpnp/

      Masimal supply tegangan Tr 2n3055/mj2955 adalah +/- 35 volt. Sekarang tipe Tr tsb banyak yg PALSU. Kalo yga bagus (produk NEC atau MOTORLA) bisa tahan 35 volt, yg ASPAL paling cuma +/- 18volt. Jika diberi supply tegangan lebih dari itu akan menyebabkan transistor cepat panas dan bisa putus, sedangkan output keluaran tidak banyak berpengaruh. Tr 2N3055/MJ2955 bisa diganti tipe sekelas yg lebih tahan panas yaitu pasangan TIP-41A/TIP-42A.

      Untuk meningkatkan ketahanan transistor terhadap kelebihan tegangan, Final 2n3055/mj2955 dapat ditambahi 1 pasang lagi secara paralel (jadi totalnya 4 transistor Final), tapi resikonya beban arus pada Resistor di Bagian Final akan meningkat yg menyebabkan resistor akan cepat panas dan dapat terbakar. Solusinya, seluruh R pada Bagian Final diganti dengan R yg lebih besar Watt-nya. Untuk R 100 ohm dan 330 ohm diganti yg ukurannya 2 watt, R 0,22 ohm diganti yg ukurannya 10 watt.

      Balas

      • Zwingly
        Feb 10, 2012 @ 16:56:33

        Apakah tr a733 dan c2001 nya bisa diganti dengan tipe lain yg lebih bagus? Tapi kaki2 tr nya sama?
        Maaf ya gan klau saya banyak bertanya, soalnya saya suka dengan elektro tapi ngga kesampaian. He3x

        Balas

        • AHMAD SHOLEH
          Feb 11, 2012 @ 04:05:13

          TR A733 (atau 2SA733) dan C2001 (atau 2SC2001) kalo nggak rusak sebaiknya nggak usah diganti, karena letaknya di depan (sbg Penguat Awal), diganti dgn apapun nggak akan berpengaruh pada output keluaran Ampli.

          Karena Tr tsb jenis TR Kecil di bagian Awal (pre Amp), kalo memang rusak bisa diganti apa saja asal jenisnya sama, yg PNP harus diganti jenis PNP, yg NPN dgn NPN.

          A733 adalah jenis PNP, bisa diganti Tr jenis PNP tipe kecil apa saja misal: Tr PNP 2SA671, 2SA699, FCS9012, BC557, 2SB175.

          C2001 adalah jenis NPN, bisa diganti Tr jenis NPN tipe kecil apa saja misal:Tr NPN 2SC828, FCS9014, BC337, BC338, BC547, BC548, C1061, C1162, C1382.

          Atau jika ada bekas PESAWAT TELEPON yg udah rusak, transistornya bisa diambil & dimanfaatin buat bagian Pre Amp atau Buffer karena semuanya tipe transistor KECIL dan lengkap ada yg PNP dan NPN nya, tinggal ditest aja dgn Multitester untuk mengetahui jenisnya, mana yg jenis PNP, dan mana saja yg jenis NPN.

          Untuk TR tipe kecil saya jarang membeli, cukup memanfaatkan dari bekas Radio & Telepon rusak yg saya dapat dari pasar loak. Biasanya kalo lagi iseng saya suka kluyuran ke pasar Kembang Sepatu (Senen) dan Loakan Bawah Jembatan Jatinegara untuk sekedar nyari rongsokan bekas radio/ampli buat diambil komponen yg masih berguna.

          Mungkin Bapak bisa share info ke saya tempat loakan lainnya…he..he..he

          Balas

  5. Andang Mulyana
    Mar 20, 2012 @ 14:56:42

    Izin share di fb ya,,,

    Balas

  6. jhoni
    Mar 28, 2012 @ 22:55:47

    mau tanya mas. saya ada ampi pakai trafo OT. suaranya desahnya tinggi sekali, jadi saat micnya belum bunyi suara desahnya sangat mengganggu. tolong solusinya mas.

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Apr 12, 2012 @ 04:16:32

      wah untuk mengetahui persis penyebabnya harus lihat barangnya pak, susah kalo mereka-reka disini. kecuali bapak sertakan gambar skematiknya mungkin akan lebih mudah dianalisis. Ampli dengan teknologi trafo ini merupakan teknologi “jadul’ yg skrng sudah ditinggalkan, memang sangat rumit penyetelannya. Kesalahan tegangan PSU aja bisa cacat suaranya, apabila tegangannya terlalu rendah, suaranya akan serak dan timbul dengung. Jika tegangan PSU terlalu tinggi, suara lebih bagus, tapi Transistor Final akan terancam jebol karena terlalu panas. Untuk suara desis (noise) kemungkinan terjadi karena:
      (1) mungkin Grounding yang kurang bagus, biasanya kalo belum ada sinyal masukan (misal dari Mic) desisnya tinggi, kalo sudah ada sinyal masukan desisnya berkurang. Coba dicek kabel-kabel input dan tone-control, apa sudah digrounding ke body ampli dengan baik?
      (2) mungkin ada Ketekoran arus, akibat Elco PSU sudah menurun kapasitansinya karena masalah umur. atau memang ukuran Elconya terlalu kecil. coba Elco PSU dicopot dites pake multitester, jika sudah kecil arusnya maka diganti aja dengan yang baru, lebih baik jika diganti yang ukurannya lebih besar dari sebelumnya

      Balas

  7. Rio
    Jun 20, 2012 @ 17:37:11

    Mas mohon kalau bs foto ampli nya diperbesar, kemudian diantara trafo2 yg ada dlm foto tsb diberi label mana yg trafo IT, OT dan lainnya. Terimakasih sebelumnya.

    Salam.

    Balas

  8. danis
    Jul 20, 2012 @ 17:09:26

    ampli inilah yg aku tunggu ,,, buat masjid saya. biar suara lantang… dulu punya ampli it dan ot.. sekarang lenyap samber gledek hangusssssss. pengen mmbuat ampli ini.. mksh.. smga jdi pngalaman saya// ini

    Balas

  9. danis madiun
    Jul 20, 2012 @ 17:14:11

    mohon skema tone control nya yang cocok MAS… unggah foto ny.. slamat n sukses sllu buat mas.. trma ksh sblum ny

    Balas

  10. bustanusstanus
    Jul 27, 2012 @ 16:51:58

    Mohon dibahas juga hitungan trafi IT dan OTnya, menggunakan kawat dengan diameter berapa mili dan berapa jumlah kumparannya, terima kasih, buat Sound masjid juga rencananya..

    Balas

  11. ERWIN
    Agu 04, 2012 @ 01:49:35

    Thanks ya.

    Balas

  12. Doddie Elektronik
    Agu 12, 2012 @ 09:01:23

    q masih bingung cara lilit trafo it perna cobak gulung ndak keluar bunyi bisa bantu lebih detil caranya plisss,,,,,,,,,,,,,,

    Balas

  13. Anonymous
    Agu 13, 2012 @ 21:19:06

    apik pak,seneng q karo bahasane…sopan tenan sampean2 nang blog iki..

    Balas

  14. Mas Eno
    Agu 13, 2012 @ 21:26:02

    ijin pak menambahkan ya pak,buat temen2 yang pengen buat amplifier untuk toa pakek PA 140 WATT untuk final transistornya pakek 2n3055 ama mj2955 yang berbentuk kancing,enak kok pak g ribet….

    Balas

  15. AHMAD SHOLEH
    Sep 30, 2012 @ 01:53:18

    ok. makasih smua atas masukannya. mohon maaf karena kesibukan kantor, gak sempat update blog ini. Insya-allah mulai bulan ini akan aktif lagi. salm sukses smua

    Balas

  16. AHMAD SHOLEH
    Sep 30, 2012 @ 02:56:00

    @Rio: maksih mas, insya-allah ntar dizoom. tapi mungkin tetap blum begitu jelas, krn rakitan komponen bag powernya langsung di body tanpa pcb. trafo di gambar tersebut (dari kanan ke kiri) berurutan: PSU, IT power (meng-kopel bag bufer ke power), OT, IT bufer (mengkopel bag pre amp ke bufer)
    @danis: sbg alternatif boleh aja mas dicoba. kalo udah punya trafo Matching, mending beli aja power ampli china, skrng murah2 dan bagus, terus sambungkan ke trafo matching.
    @bustanusstanus: sudah ada di tulisan saya yg lain pak di blog ini pak (judulnya KS-003), sekalian saya sertakan software hitungannya, silakan di donlod.
    @ERWIN:sama2 pak.
    @Doddie Elektronik: coba cek lagi arah kumparannya pak, primer – sekunder harus berlawanan arah. untuk memberpesar induksi, coba pakai koker yg tipis aja, dari karton atau plastik. kalo koker bekas trafo PSU kurang cocok dipake ngrakit trafo IT krn terlalu tebal.
    @Anonymous: makasih pak
    @Mas Eno: makasih pak masukannya. 2n3055 & mj2955 emang udah populer buat ampli daya rendah. Tr itu skrng banyak yg palsu. yg kualitas bagus yaitu yg ori Malaysia, skrng nggak tau apa masih ada di pasaran.

    Balas

  17. Domonov Basayev
    Okt 23, 2012 @ 03:23:07

    mo tanya nih,ampli toa,bagusnya memakai mic yg merk toa atau yg lain???

    Balas

  18. thoriq
    Okt 26, 2012 @ 08:50:24

    bang mau tanya tosiba seri 5200
    maxsimalx bisa dikasi volt berapa

    Balas

  19. supri
    Nov 13, 2012 @ 06:25:02

    aslmlkm..saya mau bikin ampli dngn skema bapak di atas tapi bisa nggak kl saya pake input trafo yg kecil (IT191)?

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Des 06, 2012 @ 12:35:21

      Bisa mas, tapi lebih kecil powernya, pas kalo buat Radio aja. kombinasinya dengan OT-240. Transistornya juga dipilih yg ukuran kecilan sekelas 2SB178 ato C9012

      Balas

  20. Anonymous
    Nov 19, 2012 @ 14:04:01

    Bang ane lg cari IC tipe 2SA1494 sama 2SA3858 tolong dibantu ya makasih.

    Balas

  21. Awiel Semangat
    Des 01, 2012 @ 03:42:39

    gan bagus bnget solusinya ,, pertanya,an saia adalah apakah bsa pwer ocl autput audionya pake UT,,,

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Des 06, 2012 @ 12:40:36

      secara teori sangat TIDAK direkomendasikan pake trafo OT untuk konstruksi OCL, krn OCl dirancang untuk disambung dengan Speaker secara langsung tanpa harus dikopel dengan Elco ataupun Trafo. Tapi bisa juga pake Trafo tapi harus dikopel secara seri dengan Elco. Kalo langsung dihubungkan trafo, transistor final akan bekerja terlalu berat, sehinggat cepat panas dan cepat rusak…

      Balas

  22. surti
    Des 02, 2012 @ 03:23:44

    assalamualaikum, pak saya mau menanyakan cara memodifikasi ampli trafo tsb agar bass nya lebih terasa sedikit seperti ocl itu bagai mana ya? trus jg Pembalik Fasanya juga apakah bisa diganti dengan transistor?.terima kasih. suwun

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Des 06, 2012 @ 12:46:18

      wlkmsalam. kelemahan dari ampli trafo adalah pada Tone yg kurang sempurna, jadi bass-trebelnya juga gak akan sempurna meskipun disambungkan dgn mixer secanggih apapun. karena model ampli trafo ini sebenarnya teknologi “jadoel” yg hanya mengandalkan nyaringnya suara (cocok untuk speaker corong), Untuk pembalik fase saat ini malah kebanyakan pake Transistor atau IC, karena memang sudah sangat susah nyari Trafo di pasaran. Insya-allah nanti akan saya tampilkan skema pembalik fase dengan TRANSISTOR…

      Balas

  23. Eko S
    Des 15, 2012 @ 13:41:17

    السلام عليكم…… انا بخير وعافية , شكرا
    Salam kenal pak Sholeh, saya Eko dari jombang, sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas sharing-nya tentang public address, karena telah menambah pengetahuan buat saya,
    Saya mau nanya, apa bapak masih punya skema amplifier TOA yg lain yg watt-nya lebih besar dari skema di atas(minimal untuk 4 corong 16 Ohm), kalo punya tolong di upload please….
    Bagaimana cara membuat travo input untuk MIC 8Ohm (istilah jawa “MIC BATHOK”)
    satu lagi, bagaimana cara membuat travo matching audio 100watt/100Hz dgn primer 4Ohm tab 8 Ohm, skunder=250 Ohm tab 500 Ohm (untuk speaker column TOA)
    Terimakasih pak Sholeh…

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Feb 25, 2013 @ 08:19:06

      aku gak punya skema build up yg besar pak. tapi prinsipnya pake ampli model apa aja bisa. Kalo impedansi outputnya belum sesuai dengan speaker, bisa pake trafo OT untuk penyesuai impedansinya. Trafo matching prinsipnya sama aja dgn trafo OT, teknik merakitnya juga sama, hanya diperlukan hitungan2 jumlah lilitan dan besar kawat disesuaikan dengan luas koker yg akan digunakan, silakan digoogling aja, banyak kok artikel tentang tsb, contohnya ini : http://gurulistrik.blogspot.com/2011/01/perbaikan-transformator_19.html .

      Balas

  24. Anonymous
    Des 27, 2012 @ 04:39:20

    bos tanya ni kalau IT nya 426 OT nya 426 bs ndak ya, terus kalu mau pasang IT OT di amplifier yg udah jd ( OCL tp dah modif make TIP 3055 dan pasangannya ) caranya bgmana y…trima kasih

    Balas

    • AHMAD SHOLEH
      Feb 25, 2013 @ 08:30:25

      model OCL dirancang untuk langsung disambung ke speaker pada terminal outputnya, jadi tanpa dikopel dgn Elco ataupun Trafo. OCL gak bisa langsung disambung ke trafo OT pak karena resistensi trafo jauh lebih rendah dibandingkan speaker sehingga Transistor Final akan cepat panas bahkan langsung terbakar krn korsleting emitter-collektor, jadi harus dikopel dulu pake Elco sebelum disambung ke Trafo.

      Balas

  25. bandut yogya
    Des 27, 2012 @ 04:40:19

    bos tanya ni kalau IT nya 426 OT nya 426 bs ndak ya, terus kalu mau pasang IT OT di amplifier yg udah jd ( OCL tp dah modif make TIP 3055 dan pasangannya ) caranya bgmana y…trima kasih

    Balas

  26. joko utomo
    Jan 08, 2013 @ 13:59:40

    ada yg tau harga trafo OT-506 buat ampli toa za-1121?

    Balas

  27. evans
    Jan 30, 2013 @ 12:40:34

    mas.saya punya kemdala pada amplifier corong yg menggunakan ocl 2955. dan kerusukannya otu suaranya kerek2. padahal sudah saya gati semua transistornya

    Balas

  28. zombi electronic
    Feb 06, 2013 @ 04:12:29

    kalow anda ingin buat amp masjid dari ocl 75wt,out dari ocl sambung kangsung ke OT,pakai tone control yang ada midrange nya,saya sudah coba suaranya ok sama seperti TOA yang asli,hanya tidak bisa pakai aki itu saja

    Balas

  29. Anonymous
    Jun 04, 2013 @ 05:42:35

    makasih moga manfaat chooooooo……

    Balas

  30. tamami hm
    Jun 04, 2013 @ 05:45:57

    mugi2 kenging damel darusan poso romadlon

    Balas

  31. Anonymous
    Jun 13, 2013 @ 03:59:46

    pak mau tan?..
    cara membuat trafo intuk spiker columb gmna….??

    Balas

  32. Anonymous
    Jun 15, 2013 @ 21:33:34

    zwingly
    power 150 watt itu kurang bagus, selalu ada dengung, dari skematik nya aja sudah pabaliut

    Balas

  33. arie ramose
    Jun 25, 2013 @ 14:55:29

    assalam’km…
    maaf pak kalo ocl digantikan buat ampli toa gimana ya biar bisa lantang seperti ampli trafo. terimakasih…

    Balas

  34. paijo
    Jul 12, 2013 @ 00:00:08

    assalamu’alaikum
    salam kenal mas..
    mau tanya-tanya ni…
    di musholla sebelah amplifiernya juga pake ravo IT-OT, mungkin karena umur yang udah ‘sepuh’ (10 thn lebih) jadi suaranya kadang bermasalah..
    1. Suaranya kadang putus-putus
    2. Kalo potensio diputar kadang bunyi kresek-kresek
    3. Dulu pernah (sering) nyaut suara radio ketika corongnya dipasang lebih tinggi
    4. Kalo powernya diperbesar gmn caranya soalnya sekarang corongny ditambah satu lagi jadi total 2 corong trus pemasangan corongny sebaiknya seri atau paralel?

    mohon pencerahannya mas…
    mksih sblumnya…
    Jazakallahu khairan..

    Balas

  35. Raditya Sesotya Bawono
    Sep 30, 2013 @ 03:20:12

    kang, misal trafo it 191 dengan trafo ot 426 bisa apa tidak kang?

    Balas

  36. Anonymous
    Jun 22, 2014 @ 16:11:09

    Tanya om ,, kalo trafo OT nya 100 watt berapa Watt trafo IT nya ?,

    Balas

  37. adyalfarizi
    Jul 01, 2014 @ 13:28:03

    assalamualaikum…
    pak,ahmad,perkenalkan saya ady punya layout pcbnya ndak?boleh saya minta?klo boleh ini email saya adyalfarizi@gmail.com
    makasih

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kelompok Judul:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: